Senin, 29 Februari 2016

Sales Fictive



Nama: maria Gabriela
NIM: 2013 012 459
Studi : Pengauditan II
Kasus Penjualan Fiktif
Comptronix Corp. mengumumkan bahwa tim manajemennya telah menyatakan laba yang terlalu tinggi, sehingga dilakukan  penyesuaian yang material atas laporan keuangan yang di-audit pada tahun sebelumnya. Inti dari kecurangan yang terjadi adalah penggunaan utang usaha fiktif atas  pembelian peralatan yang besar untuk melebih sajikan aktiva tetap dan menyembunyikan penjualan fiktif.
Perusahaan juga menciptakan penjualan fiktif dan piutang yang terkait. Perusahaan mengeluarkan cek untuk membayar transaksi pembelian fiktif. Cek tersebut kemudian disetorkan kembali ke dalam akun  perusahaan dan di catat sebagai penagihan atas piutang fiktif. Akibatnya,  penjualan fiktif tersebut tampak telah tertagih. Dan pembayaran dilakukan utk mendukung pembelian aktiva tetap fiktif.
Adanya kecurangan tersebut membesar-besarkan kinerja perusahaan dengan melaporkan laba, padahal sebenarnya perusahaan mengalami kerugian. Ketika kecurangan tersebut diumumkan pada publik, harga saham Comptronix Corp. menurun drastis sebesar 72%. 
Auditor menjalankan prosedur analitis untuk seluruh siklus  penjualan dan penagihan. Jika auditor mengidentifikasi adanya kesalahan penyajian dalam penjualan /pengembalian barang dagang dengan menggunakan  prosedur analitis, piutang dagang kemungkinan akan menutupi kesalahan tersebut.
Sebagaimana diuraikan sebelumnya, resiko yang dihadapi  perusahaan adalah integrity risk, yaitu  resiko adanya kecurangan oleh pegawai perusahaan yang dapat mengurangi reputasi  perusahaan.
Kecurangan dalam penyajian laporan keuangan dapat dideteksi melalui analisis horizontal atas laporan keuangan, yaitu teknik untuk menganalisis  persentase perubahan  item laporan keuangan selama  beberapa periode laporan. Sebagai contoh, adanya kenaikan penjualan sebesar 80% , sedangkan harga pokok mengalami kenaikan 140%. Dengan asumsi tidak ada perubahan lainnya dalam unsur-unsur  penjualan dan pembelian, maka hal ini dapat menimbulkan adanya penjualan fiktif.
Berdasarkan kasus di atas, Comptronik Corp. terbukti telah melakukan kecurangan (fraud ) dengan melakukan permainan angka-angka dalam laporan keuangan. Perusahaan berusaha menaikkan laba dengan membuat penjualan fiktif untuk menarik investor sehingga investor akan  bersedia menginvestasikan modalnya di perusahaan yang memiliki corporate earning power  (kemampuan untuk menghasilkan pendapatan) yang bagus. Dengan demikian, harga saham yang tinggi akan meningkatkan market valuation.Kecurangan dalam bentuk ini dapat dideteksi dengan menggunakan  rasio perputaran  persediaan (inventory turnover ), dan dokumen pendukung dari pihak ketiga, yaitu dokumen bank dan dokumen vendor.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar