Nama:
maria Gabriela
NIM:
2013 012 459
Studi
: Pengauditan II
Kasus
Penjualan Fiktif
Comptronix
Corp. mengumumkan bahwa tim manajemennya telah menyatakan laba yang terlalu
tinggi, sehingga dilakukan penyesuaian yang material atas laporan
keuangan yang di-audit pada tahun sebelumnya. Inti dari kecurangan yang terjadi
adalah penggunaan utang usaha fiktif atas pembelian peralatan yang besar
untuk melebih sajikan aktiva tetap dan menyembunyikan penjualan fiktif.
Perusahaan
juga menciptakan penjualan fiktif dan piutang yang terkait. Perusahaan
mengeluarkan cek untuk membayar transaksi pembelian fiktif. Cek tersebut
kemudian disetorkan kembali ke dalam akun perusahaan dan di catat sebagai
penagihan atas piutang fiktif. Akibatnya, penjualan fiktif tersebut
tampak telah tertagih. Dan pembayaran dilakukan utk mendukung pembelian
aktiva tetap fiktif.
Adanya
kecurangan tersebut membesar-besarkan kinerja perusahaan dengan melaporkan laba,
padahal sebenarnya perusahaan
mengalami kerugian.
Ketika kecurangan tersebut diumumkan pada
publik, harga saham Comptronix Corp. menurun drastis sebesar 72%.
Auditor
menjalankan prosedur analitis untuk seluruh siklus penjualan dan
penagihan. Jika auditor mengidentifikasi adanya kesalahan penyajian dalam
penjualan /pengembalian barang dagang dengan menggunakan prosedur
analitis, piutang dagang kemungkinan akan menutupi kesalahan tersebut.
Sebagaimana diuraikan sebelumnya, resiko yang dihadapi
perusahaan adalah integrity risk,
yaitu resiko adanya kecurangan oleh pegawai
perusahaan yang dapat mengurangi reputasi perusahaan.
Kecurangan
dalam penyajian laporan keuangan dapat dideteksi melalui analisis horizontal
atas laporan keuangan, yaitu teknik untuk menganalisis persentase
perubahan item laporan keuangan selama
beberapa periode laporan. Sebagai contoh, adanya kenaikan penjualan sebesar
80% , sedangkan harga pokok mengalami kenaikan 140%. Dengan asumsi tidak ada
perubahan lainnya dalam unsur-unsur penjualan dan pembelian, maka hal ini
dapat menimbulkan adanya penjualan fiktif.
Berdasarkan kasus di atas, Comptronik Corp. terbukti
telah melakukan kecurangan (fraud ) dengan melakukan permainan angka-angka
dalam laporan keuangan. Perusahaan berusaha menaikkan laba dengan membuat
penjualan fiktif untuk menarik investor sehingga investor akan bersedia
menginvestasikan modalnya di perusahaan yang memiliki corporate earning power (kemampuan
untuk menghasilkan pendapatan) yang bagus. Dengan demikian, harga saham yang
tinggi akan meningkatkan market valuation.Kecurangan
dalam bentuk ini dapat dideteksi dengan menggunakan rasio perputaran persediaan (inventory
turnover ), dan dokumen pendukung dari pihak ketiga, yaitu
dokumen bank dan dokumen vendor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar