Pertemuan 6
·
Jadi kita harus bisa memedakan
dengan service atau jasa yang melekat padanya. Jadi sebuah aset yang penting
adalah bukan cuma objeknya. Kalau dalam audit 1, yang anda cari bukan cuma
eksistensinya, kalau saya bilang gedung ini punya saya pastikan gedung ini ada.
1.
kalau mau mengaudit bukan hanya
punya surat aja dong. Anda liat barangnya betul ada. Tapi ingat baik baik, kita
accounting, objeknya ada, cek juga kepemilikan suratnya ada atau ga.
2.
objek itu punya service atau ga
(benefit). Kalau engga, berarti artinya adalah barang rusak kan. Barang rusak
anda ga bisa masukan lama lama di aset, anda harus keluarkan dengan cepat. Anda
harus jual. Jadi bedakan antara objek dengan benefit yang melekat dalam objek
tersebut. Accounting melaporkan untuk yang konstruksi. Apa beda accounting sama
audit? Accounting itu adalah konstrusi dari transaksi yang ada dalam laporan
keuangan. Audit tu prosesnya adalah kebalikan, analitis. Konstruksi itu dari
transaksi dari bawah sampai ke atas (construct). Yang namanya audit beda, dari
belakang mundur ke depan, analytic. Analitic itu adalah dari belakang anda
telusuri ke depan. Nah accounting itu yang pertama melihat dulu mengenai
objeknya. Tapi yang kita laporkan nantinya adalah benefit yang embeded dalam
aset tersebut.
·
Hak dari entitas untuk
mengendalikan atau menggunakan aset tidak pernah mutlak, maksudnya? Yang bener
yang mutlak atau yang ga mutlak? Kenapa controllednya tidak absolut? Anda tahu
rumah di pondok indah. Ada tulisan di situ “rumah dilarang dipakai tempat
usaha”. Itu rumah punya anda kan. Tapi anda tidak boleh kendalikan rumah anda
bebas kan, kenapa? Sama halnya dengan ini. Jadi tolong ngerti bahwa anda punya
aset, tapi jangan banda tidak bisa bebas atas aset anda. Karena bebas dalam
accounting itu tidak sebebas yang anda pikir, masih ada sesuatu yang
membatasinya. Salah satunya adalah pemerintah.
·
Executory contracts apa artinya? Sebuah
perjanjian. Intinya anda baru melakukan sesuatu setelah terjadi. Jadi ada kalusulonua.
Ada sebuah kegiatan / perjanjian di depan yang kejadian dulu baru anda bisa
mengeksekusi.
·
Aset harus merupakan sebuah
transaksi masa lampau. Dalam suatu kasus anda harus tahu bahwa sebuah aset yang
anda catat, anda akui, merupakan transaksi di masa lampau. anda sudah beli di
masa lampau. Aset yang masih terpajang di toko boleh diakui ga? Ga boleh. Tapi
kalau sudah dibeli, walaupun anda tetap masih pajang di toko belum dikirim,
sudah milik anda. Anda hanya bisa melaporkan sesuatu yang transaksinya sudah
anda bikin di masa lampau. Nah tapi masalahnuya ada saatnya anda sudah membuat
kontrak dengan pihak ketiga, tapi anda tetap belum bisa mengakui padahal itu
sudah menjadi bagian anda, karena anda sudah terhalang sebuah kontrak “harus
terjadi kejadian X. Kalau X terjadi baru anda boleh mengakui aset” . jadi kadang
kadang walaupun anda sudah membuat masa lampau transaksinya, tapi transaksi itu
ternyata ada yang lebih tinggi lagi kontraknya. Sesuatu hanya bakal terjadi ,
baru anda bisa mengakui. Walaupun sudah pas event, anda tetap harus tunduk sama
yang namanya kontrak di atasnya.
·
Anda kan kalau mau mencatat aset
harus pakai angka dong, yang namanya measurement. Kalau mau measurement harus
ada atributnya kan. Kalau barang tu sulit dijualbelikan, anda mau pakai harga
apa? Pernah membahas soal enron? Enron perusahaan no 7 terbesar di muka bumi.
Josep skiling bos besarnya. Punnya anak buah namanya festo. Gaji sebulannya
hampir 2M dan sekarang masuk penjara. Dia ngutak ngatik enron. Dia punya nama
SPE (special propose entity). Itu bisa merusak firma arthur anderson. Bukti
buktinya ada hampir 3 truk. Andro festo walaupun dia penjahat tapi dia
memberikan kecerahan. Kutak katik yang dia buat ga pernah dapat dikejar sama
auditor. Dan dia membuat SPE (special propose entity). Anda bikin suatu perusahaan
tujuannya untuk cari duit. Anda tidak membawahi dia. Anda bentuk dia sebuah tim
khusus, tidak ada hubungannya sama saya, tersembunyi, trus bergerak cari duit,
demi keuntungannya buat saya. Dia kerja sendiri jalan sendiri. Harusnya saya
konsolidasi. Tapi dia menghindari konsolidasi. Dan andre festo memiliki 10.000
buah SPE dan namanya diambil dari nama star wars. Semuanya ada/valid/hidup,
tapi semuanya ada di tempat surga tax semua. Jadi kalau perusahaan saya punya
hutang, hutangnya kan kebayar kan tuh. hutangnya saya masukkan ke SPE. Kalau
ada aset yang sudah obsolent / udahga bisa dipakai, asetnya saya buang ke SPE.
Sehingga neraca LPK saya selalu good, dan itu karna bagus minjem bank terus.
Harga sahamnya pada tahun 2000 saja 126$ per lembar, di kita masih Rp36.
Usahanya enron adalah gas. Dia beli gas dari seluruh muka bumi, cuma indonesia
dia ga beli, dia beli gas dari seluruh muka bumi, dia kumpulin semua menjadi
gas bank. Jadi orang beli gas dari dia. Dan sekarang saya mau tanya, gas
disalurkan dengan pipa khusus kan. Berapasih harga gas? Gelap. Harga pipanya
untuk gas yang spesifik gelap kan. Terus
anda kasih harga berapa tuh? Sama dia harganya di mark up semua. Mana ada pasar
gas. Jika di muka bumi anda penghasil satu satunya berlian, maka anda bisa
kasih harga suka suka anda kan. Karena ga ada pasarnya. Ini sama juga. Jadi
kalau sebuah barang itu untuk kemampuan ditukarnya kecil, pasti nilai
ekonominya juga kecil. Karena untuk membeli dan juga menjual itu hampir
mustahil karena ga ada harga pasar di situ yang tertera. Anda kalau saya kasih
traktor mau ga? Parkir dah, digebukin orang sekecamatan. Nah barang barang
seperti itu exist, anda punya tapi anda ga punya harga acuan yang jelas. Contoh
AR nilai wajarnya apa? NRV. Berarti penyajiannya adalah AR kurang AFDA jadinya
net AR. Net AR itulah yang measurementnya NRV. Jadi anda menyajikan AR harus
dengan NRV. Maksudnya adalah AR harus dipotong dengan AFDA. Nah itulah NRV. Pertanyaannya
sekarang adalah kalau barangnya adalah barang yang harganya ga ada di pasaran,
anda mau pakai harga apa? Paling gampang harga pasar kan. Nah kalau ga ada
pasarnya maka pakai harga halusinasi kan. Makanya saya sarankan anda punya duit
banyak. Kalau duit banyak kumpulkanlah barang barang yang harganya ga ada. Biar
bisa jadi kaya. Contoh orang tua anda kan pakai tax amnesty tuh. kan efek di
kekayaan juga tuh. pertanyaanya masukin ke mana? carilah benda benda yang
harganya gelap, apa? Benda seni. Contohnya lukisan nih. Anda mau bilang 4 jt
boleh kan, 4M juga boleh namanya seni. Nah masukin ke situ. Andro festo jagonya
gitu. Gajinya dia di SPE itu sekitar 5jt US dollar. Di dunia walaupun dia
penjahat, tapi dia adalah “aha”
·
Goodwill mau diapain? Amortisasi.
Semua aset punya penurunan nilai. Kalau yang tangible namanya depreciation,
pokoknya decreasing lah. Kalau yang intangible namanya amortisasi. Tanah ga
punya metode depresiasi tapi diturunkan dengan cara revaluasi. Goodwill mau
diapakan? Punya penurunan nilai kan goodwill. Anda adalah orang kaya dengan
uang tak terbatas. Saya punya perusahaan, saya butuh duit. Dan anda investor,
sudah tertarik dengan perusahaan saya, anda punya uang, anda mau beli
perusahaan saya. Anda tolong pikir baik baik. Sebelum anda beli, anda kan pasti
liat neraca LPK punya saya dong. Saya punya apa, sebelum nawar baca dulu.
Menurut anda, waktu anda buka itu yang ada di aset, anda maunya banyakan yang
tangible atau intangible? Jadi kalau anda mau beli usaha, emang anda peduli sam
ayang namanya intangible? Contoh kalau anda membeli yang sebelah sini, viewnya
adalah gunung dengan harga lebih mahal. Tapi kalau anda beli yang sana, viewnya
adalah kali. “ok saya beli yang viewnya gunung”. Begitu anda beli, 4 tahun
kemudian depan rumah anda jadi apartemen. Kalau anda mau beli, anda beli
barangnya kan. Aset itu dikendalikan penuh secara accounting, tapi secara
sistem pemerintah belum tentu kan. Jadi
kalau anda mau beli sebuah barang, yang anda pengen yang tangible kan. Jadi
kalau anda mau beli perusahaan saya, anda bisa bilang “pak ini yang intangible too
much. Tolong dihabiskan dulu”. Sebab kalau anda mau beli barang, anda beli yang
tangible dong. Sebab yang intangible itu hanya berguna untuk pemilik sebelumnya
but belum tentu sama anda berguna. Jadi
anda minta supaya goodwill diapakan? Yang intangible diapakan? Waktu anda mau
beli perusahaan saya, anda pasti minta goodwillnya tidak boleh ada. Goodwill
itu seneng senengnya bapak, ngapain saya beli goodwill. Akhirnya saya ngerti
dong kalau investor ga peduli sama yang
intangible. Makanya sekarang saya sebagai perusahaan kalau liat goodwill,
tolong ngerti accounting itu hidup diantara investor kan. Makanya accounting
itu memutuskan bahwa goodwill itu harus dihapuskan ASAP. Anda mau bilang 10
tahun ataupun lainnya boleh. Bila perlu kalau anda punya goodwill dari sebuah
blok property, anda bagi. Dibeli tanah rumah sama bangunan harganya 1M. Tapi
kalau beli sendiri sendiri harganya 400 400 400. Berarti kan model
perbandingannya adalag 1:1:1. Supaya apa? Goodwill jangan cepet cepet muncul
deh. Supaa cepet abis, cepet dibuang, karena apa? Investor ga peduli sama
goodwill. Nah tapi ada yang penting. Bukankan nanti kalau goodwill anda
habiskan dengan cepat, bukankah nanti laba rugi anda (OCI) menjadi merah? Nah
anda timbang timbang saja. Mau di streaming berapa lama. Yang penting syaratnya
1, jangan punya pemikiran bahwa goodwill itu dipertahankan lama. Anggaplah
goodwill itu sampah di rumah anda, mau dikeluarkan ASAP. Tapi kalau anda
keluarkan semuanya sekaligus, anda ga akan kuat. Nanti tenaga habis. Jadi anda streaming
beberaoa tahun, yang penting konsepnya adalah ASAP.
·
Anda mengakui aset di BS, anda
harus mengikuti aturannya:
1.
Yang pertama adalah ikuti konvensi
Konvensi itu adalah kesepakatan tak tertulis. Kalau
anda sudah beli persediaan, sudah beli AR, dimasukinya apa jelas. Kalau anda
sudah beli piutang masukkan di situ, jelas, ga usah dipertentangkan lagi. Jadi
lakukan sesuai dengan konvensi. Misalnya anda pinjem duit ke bank, bayar bunga
kan. Itu bunga anda bikin (recognise) sebagai apa? Pengeluaran dicatat dua
cara:
-
Sebagai beban (as an expense)
Kalau expense masuk ke income statement OCI
-
Catat sebagai biaya
masuknya ke neraca BS LPK. Misalnya, prepaid itu masuk
LPK. Jadi kalau punya biaya bunga itu ditulis dengan dua cara:
pertama sebagai beban bunga masukkan ke IS OCI.
kedua, anda tangguhkan tuh bunga (di capitalized). Di kapitalisasi
artinya adalah diperlakukan as an asset (dicatat sebagai aset)
2.
Autoritatif
Mengakui
aset ada rumusnya, aturannya:
Pertama
konvension (yang berlaku umum). Anda minjem bank ada biaya bunga. Bunga bank
masuk ke expense. That’s umum, namanya juga interest expense. So harus masuk ke
expense.
Tapi yang
kedua ada authorative announcement. Artinya ada aturan aturan dari orang orang yang
oemegang kekuasaan. PSAK 26 mengatakan jika anda pinjam uang dari bank,
bunganya itu jika memenuhi syarat bisa dimasukkan ke dalam LPK. Anda keluar
duit bisa expense, anda keluar duit bisa prepaid. Itu yang dimasukkan dengan
catatan itu
·
Mencatat yang baik syaratnya ada 4:
1.
Sesuai definisi
2.
Andal
3.
Relevan
4.
Dapat diukur
Satu
gagal, ga bakal di recognize (dibuat jurnal / diakui).
·
Apa maksudnya law? Hukum. Hukum
kita apa? GAAP. Harus tergantung pada aturan kita, PSAK.
·
Conservatism principle itu adalah prudence
principles. Conservatism principles adalah sebuah prinsip yang paling menderita
sampai saat ini karena pertarungan FASB dengan IASB. Keberadaannya sudah
ditolak secara pelan pelan. Walaupun sebenarnya ini adalah sebuah prinsip
paling penting dalam accounting. Begitu berehadapan sama pasar saham amerika,
prinsip ini mulai hilang. Enron melupakan prinsip ini. Ini kaya naik mobil ga
pake rem.
·
Ada dua contoh besar dari
konservatif:
1.
Mengantisipasi rugi tapi tidak
mengantisipasi laba
Jadi kalau anda menyajikan tentu saja anda harus
menyatakan bahwa BS itu understated.
2.
Dalam penyajian sebuah aset anda
harus memilih penggunaan sebuah metode yang menghasilkan nilai lebih rendah.
Masih inget COMWIL ga? Cost of market is cheaper and lower. LCM (lower cost or
market / LOCOM). Anda punya 2 harga, pakai market value = 7, pakai historical
cost = 6, pilih mana? 6. Itu namanya anda memilih. Cost of market is cheaper
and lower itu namanya COMWIL. Edisi baru sekarang pakai LCM. Jadi kalau anda
pilih metode, selalu cari metode yang paling rendah nilainya.
LCM adalah prinsip yang menyajikan bahwa laporan
keuangan selalu disajikan lebih rendah dari seharusnya.
·
Asset value or value in use
Anda beli
aset pertama pakai historical cost atribut pengukuranya. Diteruskan, dikutak
katik terus kan berjalan (depresiasi). Begitu di depresiasi anda kan hitung
nanti. Assets harus di asses tiap tahun. Contoh nih aset harganya 10 tahun,
anda baru pakai 3 tahun. Nilainya 10 jt. Tiap tahun 1jt. Berarti sekarang
nilainya 7jt. Pertanyaanya, harus di asses tiap tahun kan? Jangan jangan
ternyata di louaran keluar lagi yang namanya android terbaru. Akibatnya aset
yang anda pegang ini, dengan teknologi yang makin terbaru, yang tadinya harus
10 tahun bisa dipakai, yang sisa 7 tahun lagi, jangan jangan hanya tinggal 2
tahun, jadi bukan hanya depresiasi yang dibuat dengan cepat. Tapi anda juga
harus membuat penurunan nilai dengan cepat. Itu berarti yang namanya nilai aset
historical cost yang setelah dipotong dengan depresiasi menjadi book value itu
kan harus dikutak katik terus kan. Anda cek sama di pasar, masih boleh 7 ga nih angkanya.
Jangan jangan terjadi masalah teknologi baru ancur. Sehingga semua penggunaan
teknologi yang baru kembali menggunakan yang lama. Masih inget windows? 9 jadi
ancur lebur tuh. akibatnya apa? Yang tadinya anda bisa pakai 10 tahun, sekarang
sisa 7 tahun, karena pengguna baru akhirnya kehancuran teknologinya, semua
orang kembali ingin membeli aset yang tipe anda. Jadi aset anda dibekali dengan
yang namanya spare part bisa pakai 15 tahun lagi. Nah kondisi itu namanya anda
meng-asses aset selama masa penggunaan. Nilainya bisa berubah terus ga? Setiap
tahun berubah ga nilainya? Berubah. Acuannya apa dong? Nah nilai yang anda
pakai untuk mengubah itu namanya adalah value in use. Anda lagi pakai, nilai
anda tinggal 7. Eh di luar, teknologi ancur. Berarti nilai 7 itu sebetulnya
bisa pakai ga Cuma 7 tahun. Yang harusnya nilainya 7, di pasaran nilainya 9,
bisa kan? Tapi anda tetap pakai yang 7 karena kita konservatif. Konservatif
harus masuk, anda harus pakai nilai 7. Kalau di luar ternyata nilainya tinggal
4, anda harus impaire (jatuhkan harganya). Setelah turun jadi 4. Nah nilai yang
anda pakai itu sebagai bandingan dengan nilai di luar kan. Nilai yang anda
pakai sebagai patokan di luar itu namanya value in use. Tapi kalau saya tanya
sekarang, nilai 7, anda udah bosen bosen amat tuh pakai 3 tahun bosen banget
tinggal 7 nilainya. Trus saya tanya sama orang, “saya udah bosen banget nih
pakai ini, yuk kita nilai ulang”. Nilai berapa yang anda mau pakai untuk
memastikan nilai 7? Kalau pakai 7 berarti nilai book value kan? Book value
based on historical cost kan. Apa ada alternaatif lain? Boleh, kan fair value
nilainya bebas. Pakai apa misalnya? Nilai pasar boleh ga? Boleh. Di pasar
ternyata harganya sekarang 6,5. Boleh ga turun jadi 6,5? Boleh. Itu namanya
nilai kalau anda jual tuh sekartang harga 7, anda jual sekarang tinggal 6.
Angka 6 anda pakai namanya nilai jual. Nilai jual namanya exit value. Exit itu
barangnya keluar, artinya jual. Kalau entry berarti beli kan.
·
Hypermart itu bukan pasar karena
anda ga nawar. Pasar harus ada unsur tarik ulur. Pasar aktif itu jelas:
-
Pembeli penjualnya banyak. Karena kalau
penjual cuma 1 namanya monopoli. Kalau pembeli cuma 1 namanya ...
-
Harga tertera dengan jelas.
Komoditasnya berputar dengan jelas, dipertukarkan dengan cepat, supply
demandnya cepat
·
Fair value yang paling fair itu
adalah market value. Kalau anda dengart kata fair value, di otak anda akan
mikir market value. Indonesia ga punya market. Kalau di otak anda hanya ada
market, anda akan create market. Anda akan cenderung sama amerika.
·
Paten masuk ga ke neraca LPK? Yang
masuk patennya apa haknya? Anda pernah liat lambangnya Mcdonald di laporan
keuangannya McDonald? Anda tidak boleh memasukkan intangible yang anda generate
sendiri.
·
Kalau kita beli, bagi kita aset.
Accounting tidak punya metode untuk mengakui internally generated intangibles.
Makanya cannot be rocognized, kenapa? Menurut saya tidak etis secara
accountuing dan kita ga punya metode yang bagus.
·
Kalau self generated, berarti tidak
termasuk aset.
·
Intangibles cannot be recognized as
an asset.
·
Anda kan ounya derivatif. Itu
derivatif bagus ga bagus yang nilai kan pasar. Berarti nilainya harus nilai
pasar. Karena kalau pakai cost aneh kan. Anda harus kerja kan di kantor,
ditawar HRD baru tau nilai anda berapa.
·
Derivatif mending fair value. Saya
kuatirnya enron banget lah. Enron itu punya guest sama punya time of guests.
itu dia kasih harga sendiri, tiap tahun makin gede. Kenapa? Dia monopoli.
·
Ada urut urutan anda menilai
instrumen keuangan:
1.
Kalau anda punya sebuah instrumen
keuangan (obligasi dll) yang anda pegang, cara ngukurnya bagaimana? Pakai harga
pasar aktif
2.
Kalau ga ada gimana? Cari di pasar
yang kurang aktif
3.
Kalau ga ada juga gimana? Cari di
pasar yang terlokalisir, bukan yang internationally market. Pasar yang untuk
kawasan sendiri. Anda kalau di perusahaan yang bukan TBK kan ada sahamnya juga
kan. Kan ga anda jual di pasar, tapi ada nilainya, itu namanya apa? Pokoknya
pasar yang hanya terlokalisir di antara kita kita saja. Lebih ke tidak aktif.
4.
Bikin nilai sendiri (fair value)
·
Kenapa harga di pasar kenapa
dipandang sebagai harga yang paling bagus?
1.
Tidak ada asimetri informasi, semua
orang tau, sudah dipajang dengan jelas harganya (observable)
2.
Adanya bargaining di pasar
3.
Adanya harga ekuilibrium
4.
Adanya information and knowledge
yang sama di antara pelaku pasar
5.
Adanya otoritas yang menjamin
·
Teknik menghitung fair value
Saya pernah cerita kan mengenai nilai aset kan,
bolpoin dipake sama menteri sama yang dipakai sama kita. Ini aset, bisa hidup
sampai beberapa tahun kan, 1 2 3 4 5. Setiap fase hidupnya sampai nanti dia
meninggal, atau dia akan dibuang, dijual itu akan adaa yang namanya cash flow
sebesar ini. Nilai ini tidak boleh pakai historical cost. Ini nilainya 2M,
belum tentu. Selama hidup tahun pertama menghasilkan cash flow berapa. Cash
flow ini harus di present value. Berarti data yang diperlukan adalah data
comprehensive, estimasi sampai kapan bisa digunakan. Endingnya bagaimana?
Hancur habis Atau bisa punya salvage value (nilai rombeng)? Dulu kan anda kalau
beli aset, ya beli asetnya berapa amsukin segitu kan nilainya. Ini kan gaya
lama. Gaya income approach menggunakan cash flow untuk earning ke single discounted
present amount. anda menggunakan nilai, dan ini full of estimation. Dari sini
kita tahu bahwa accounting itu benar benar bergantung sama estimasi banget.
·
Contoh : anda punya mobil xenia
yang sudah dipakai 3 tahun. Pertanyaannya : anda kan bisa punya cara untuk
membuat book value, harga xenia potong biaya depresiasi, itu pilihan pertama
(cost method). Sekarang ada yang namanya cost approach untuk fair value. Jadi metode
fair value ada metode lagi. Fair valuenya bagaimana? Yaitu gini, berapa nilai
xenia yang anda punya? “Ya pakai aja pak nilai belinya potong depresiasi” itu
kan historical cost. Saya mau pakai nilai fair value gaya cost, gimana caranya?
Nilai xenia yang 3 tahun, nilai aslinya 4 tahun nih, udah pakai 3 tahun
sisa 1 tahun. Anda coba cari di luar
sana mobil xenia yang sudah dipakai 3 tahun yang merknya sama persis (bukan
avanza) , tanya sama yang jual. Ni kalau mobil xenia sudah pakai 3 tahun, sama
harganya, sama tahunnya, itu harganya berapa? Kalau dia bilang “sekarang
harganya masih 15 juta, ya itu 15jt masuk”. Jadi kalau anda ingin mengganti
barang ini dengan barang yang sejenis. Kalau diganti sama BMW yang sudah
dipakai 5 tahun sama ga? Engga. Kalau ga ada xenia, pakai saja avanza. Kalau ga
ada avanza? Pakai aja historical cost lagi. Jadi current replacement cost. Anda
akan menilainya dengan sebuah batrang yang kalau anda ganti berapa. Bahasa
kerennnya “kalau mau beli baru lagi harganya barunya berapa?”. Anda baru beli 1
mobil baru avanza. Baru beli 1 hari ternyata kecurian. Trus anda mau hitung kan
berapa ruginya? Pilihannya adalah:
1.
harga beli kemarin di terjunin
semua.
2.
Kalau beli baru lagi berapa? Nah
itulah nilanya yang dimasukkin.
Contoh,
anda baru beli 100jt. Baru pakai sehari ilang mobilnya. Trus anda bilang, mau
kasih nilai berapa ya kerugiannya? Saya tanya, kalau beli sekarang berapa?
110jt. Berarti ruginya 110 bukan 100.
Kalau pakai historical cost 100. Itu accounting gaya lama. Masih kepake ga?
Masih. Sekarang ada gaya barunya yang ditawarkan.
·
Jadi kalau anda penilaian
menggunakan nilai beli baru di pasar,
market imposed tuh. ruginya berapa? Kalau beli baru berapa?
·
Ini tadi kan kita ngomong, saya
kasih 4 tadi kan. Itu berdasarkan untuk kondisi pasarnya, ini adalah
berdasarkan level input di pasar. Jadi kalau anda masuk ke pasar, nomor satu
cari yang aktif. Cari apa:
·
Wanted price yang identik barangnya
tanpa adjustment. Jadi harga xenia berapa? Anda cari di pasar aktif sekarang
harga xenia yang mirip persis banget.
·
kalau sampai ga ada, anda cari di
pasar mobil seperti itu yang barangnya mirip.
·
Kalau ga ada, cari lagi dengan
nilai berbagai macam. Bisa market income cost approach, dicampur kira kira.
·
Kalau ga ada gimana? Ga ada masuk
ke pasar kedua, cari pasaryang kurang aktif.
·
Ga ketemu lagi? Masuk nomor 3.
·
Berarti yang kena getahnya auditor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar