Selasa, 09 Desember 2014

Activity Based Management - AKBI



Activity Based Management
Hubungan Activity Based Costing dan Activity Based Management
·         Aktivitas akuntansi merupakan faktor penting dalam mengoperasionalkan perbaikan yang terus – menerus.
·         Proses – proses yang ada tersusun atas aktivitas – aktivitas yang saling berhubungan untuk menunjukkan tujuan yang lebih spesifik.
·         Memperbaiki proses berarti cara kinerja suatu aktivitas. Dengan demikian, manajemen suatu aktivitas merupakan kunci untuk kesuksesan dalam mengontrol kegiatan operasi sebuah perusahaan.
·         Activity based management (ABM) merupakan sebuah pendekatan terintegrasi yang memfokuskan perhatian manajemen pada aktivitas yang bertujuan meningkatkan nilai pelanggan serta keuntungan yang dapat diperoleh.
·         Model activity based management mempunyai dua dimensi yakni :
Ø  Cost dimension
-          Menyediakan informasi mengenai biaya sumber daya, aktivitas, serta bunga biaya suatu objek. Tujuan dari cost dimension adalah meningkatkan keakuratan biaya atas suatu aktivitas.
Ø  Procces dimension
-          Menyediakan informasi mengenai aktivitas apa yang akan dilaksanakan, mengapa aktivitas tersebut dilakukan, dan sebagaimana baiknya aktivitas tersebut dilakukan. Tujuan dari procces dimension  adalah pengurangan biaya.

-         


 
                                                               








Analisis Nilai Proses
·         Analisis nilai proses merupakan hal mendasar untuk aktivitas berbasis akuntansi, yang berfokus pada akuntabilitas suatu kegiatan, dan menekankan maksimalisasi kinerja sistem yang luas, bukan kinerja individu.
·         Analisis nilai proses berkaitan dengan:
Ø  Analisis driver
Ø  Analisis aktivitas
Ø  Pengukuran kinerja
Analisis Driver
·         Suatu kegiatan memerlukan input dan menghasilkan output.
·         Kegiatan menghitung output adalah berapa kali suatu kegiatan dilakukan.
·         Perhitungan suatu output menghitung jumlah permintaan dalam suatu kegiatan dan merupakan pendorong suatu kegiatan. Bila permintaan atas suatu aktivitas berubah, maka biaya aktivitas pun akan berubah.
·         Tujuan driver analysis adalah untuk mengungkapkan suatu penyebab yang menjadi akar suatu masalah.
·         Analisis driver merupakan usaha yang dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang penyebab penyebab timbulnya biaya dari suatu aktivitas.

Analisis aktivitas
·         Analisis aktivitas adalah proses mengidentifikasi, menggambarkan, dan mengevaluasi kegiatan yang dilakukan organisasi.
·         Analisis kegiatan harus menghasilkan empat hasil, yakni :
1.      Kegiatan apa yang dilakukan
2.      Berapa banyak orang yang melakukan kegiatan
3.      Waktu dan sumber daya yang diperlukan untuk melakukan kegiatan
4.      Penilaian terhadap nilai kegiatan organisasi
·         Suatu aktivitas diklasifikasikan menjadi dua, yaitu :
1.      Aktivitas yang menambah nilai
2.      Aktivitas yang tidak menambah nilai

Aktivitas yang Menambah Nilai
§  Merupakan suatu aktivitas yang perlu dipertahankan dalam bisnis
§  Kegiatan yang menambah nilai berkontribusi terhadap nilai pelanggan dan membantu memenuhi kebutuhan organisasi
§  Kegiatan yang memenuhi persyaratan yang ada dapat menambah nilai karena mereka muncul untuk memenuhi kebutuhan organisasi
§  Contoh kegiatan yangs sesuai dengan perintah atasan meliputi semua kegiatan yang dibutuhkan untuk memenuhi keperluan laporan SEC dan memenuhi keperluan IRS
§  Penting untuk mengklasifikasikan subuah aktivitas yang dapat menambah nilai dalam tiga kondisi yang ada, yakni :
*       Aktivitas yang menghasilkan perubahan dalam keadaan yang ada
*       Perubahan keadaan yang terjadi tidak dapat dicapai oleh kegiatan yang sudah ada
*       Sebuah aktivitas memungkinkan aktivitas lain untuk dapat digunakan
§  Biaya yang menambah nilai merupakan biaya untuk menunjukkan aktivitas yang menambah nilai dengan efisiensi yang sempurna

Aktivitas yang tidak menambah nilai
§  Merupakan aktivitas yang gagal menghasilkan perubahan keadaan yang ada
§  Biaya yang tidak menambah nilai adalah biaya yang disebabkan oleh aktivitas yang tidak menambah nilai ataupun kinerja yang tidak efisien atas aktivitas yang tidak menambah nilai
§  Karena meningkatnya persaingan, banyak perusahaan berusaha mengliminasi kegiatan yang tidak menambah nilai karena hal tersebut hanya akan menambah biaya pengeluaran

Contoh Aktivitas yang Tidak Menambah Nilai
·         Dalam manufaktur, terdapat lima kegiatan utama yang dianggap tidak perlu, yakni :
Ø  Penjadwalan
Ø  Pemindahan
Ø  Menunggu
Ø  Pemeriksaan
Ø  Penyimpanan
·         Tidak satupun dari aktivitas ini menambah nilai bagi customer
·         Tantangan bagi analisis aktivitas adalah menentukan cara memproduksi barang tanpa menggunakan salah satu dari lima kegiatan tersebut
Pengurangan Biaya melalui Manajemen Aktivitas
·         Biaya Kaizen memiliki ciri – ciri yakni konstan, perbaikan inkremental untuk proses dan produk yang ada
·         Pengelolaan kegiatan dapat mengurangi biaya melalui empat cara, yaitu :
Ø  Mengeliminasi kegiatan
Ø  Menentukan kegiatan
Ø  Mengurangi kegiatan
Ø  Berbagi kegiatan
Menilai Kinerja Kegiatan
·         Penilaian kinerja kegiatan dibuiat untuk menilai bagaimana baiknya sebuah kegiatyan ditampilkan dan dapat mencapai hasil
·         Ukuran kinerja aktivitas, antara keuangan dan nonkeuangan, berpusat pada tiga dimensi utama yakni efisiensi, kualitas, dan waktu
·         Waktu yang lebih lama biasanya berarti memerlukan lebih banyak sumber daya dan kurangnya kemampuan untuk menanggapi permintaan konsumen
Pengukuran Keuangan dalam Efisiensi suatu Kegiatan
·         Pengukuran antara keuangan dan nonkeuangan digunakan untuk menyatakan kineja masa lalu dan potensi keuntungan yang akan diperoleh di masa depan
·         Pengukuran keuangan atas suatu kinerja harus menyediakan informasi yang spesifik mengenai efel dollar tas suatu perubahan kinerja kegiatan
·         Pengukuran keuangan atas suatu kegiatan yang efisien meliputi :
Ø  Biaya kegiatan yang menambah maupun tidak menambah nilai
Ø  Trend dalam biaya kegiatan
Ø  Penentuan standar kaizen
Ø  Benchmarking
Ø  Aktivitas penganggaran yang fleksibel
Ø  Manajemen kapasitas kegiatan
Melaporkan Biaya yang Menambah maupun Tidak Menambah Nilai
·         Mengurangi biaya yang tidak menambah nilai merupakan salah satu cara meningkatkan efisiensi aktivitas
·         Biaya yang tidak menambah nilai mengungkapkan besarnya pengeluaran yang saat ini dialami perusahaan, sehingga memberikan beberapa informasi tentang potensi untuk melakukan perbaikan
·         Dengan mengartahui jumlah biaya yang tersimpan merupakan hal yang sangat penting untuk fungsi strategis
·         Standar value added mengidentifikasi output optimal atas suatu aktivitas
·         Berikut adalah rumus biaya yang menambah ataupun tidak menambah nilai

Biaya yang menambah nilai = SQ x SP
Biaya yang tidak menambah nilai = (AQ – SQ) SP

Keterangan :
SQ = nilai tambah tingkat output suatu kegiatan
SP = harga normal per unit dalam pengukuran output suatu kegiatan
AQ = jumlah aktual yang digunakan dalam sumberdaya yang fleksibel
Laporan Biaya yang Tidak Menambah Nilai
·         Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kegiatan sebagaimana telah dihitung dalam pengurangan biaya
·         Pengurangan biaya dalam aktivitas yang menambah nilai berfokus pada peningkatan efisiensi atas aktivitas tersebut sedangkan tujuan pengurangan biaya untuk kegiatan yang tidak menambah nilai akan tereliminasi
Dampak Driver dan Perilaku
Proses pengurangan biaya Kaizen






·         Benchmarking: pendekatan komplimenter terhadap biaya kaizen  dan activity based management menggunakan praktek-praktek terbaik yang ditemukan di dalam dan di luar organisasi sebagai standar untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja kegiatan.
·         Benchmarking internal merupakan perbandingan terhadap operasi internal
·         Benchmarking eksternal merupakan benchmarking yang melibatkan perbandingan dengan orang lain di luar organisasi
·         Kapasitas kegiatan adalah berapa kali suatu kegiatan dapat dilakukan
Menerapkan Activity Based Management
·         Activity-Based Management (ABM) memiliki tujuan yang luas, yakni :
Ø  Meningkatkan pengambilan keputusan dengan memberikan informasi biaya yang akurat
Ø  Mengurangi biaya dengan mendorong dan mendukung upaya-upaya perbaikan terus-menerus





·         Berikut adalah model implementasi ABM


 

















·         Penyebab implementasi ABM mengalami kegagalan antara lain :
Ø  Kurangnya dukungan dari manajemen yang lebih tinggi tingkat
Ø  Kegagalan untuk mempertahankan dukungan dari manajemen tingkat tinggi
Ø  Resistensi terhadap perubahan
Ø  Kegagalan untuk mengintegrasikan sistem baru
Akuntansi Berbasis Keuangan vs Akuntansi Berbasis Tanggung Jawab
·         Ber tanggung jawab dalam akuntansi adalah alat yang fundamental dalam kontrol manajerial
·         Tujuannya adalah untuk mempengaruhi perilaku bahwa inisiatif individu dan organisasi yang selaras untuk mencapai tujuan bersama
·         Ditentukan oleh empat unsur penting, yakni :
Ø  Menetapkan tanggung jawab
Ø  Menetapkan ukuran kinerja atau benchmark
Ø  Mengevaluasi kinerja
Ø  Menetapkan imbalan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar