Rabu, 22 Oktober 2014

Siklus Akuntansi (Accounting Cycle)



Nama : Maria Gabriela (2013 012 459)
              Yessica            (2013 012 501)


Bab 2
Siklus Akuntansi (Accounting Cycle)

Gambaran dari Proses Akuntansi
Proses akuntansi pada umumnya meliputi langkah – langkah berikut dengan urutan yang jelas:
Tahap Pencatatan
a.      Menganalisis dokumen keuangan. Analisa atas dokumentasi aktivitas perusahaan menjadi dasar untuk pencatata awal setiap transaksi.
b.      Mencatat trnsaksi. Berdasarkan dokumen pendukung pada tahap 1, transaksi dicatat dengan menggunakan ayat jurnal secara kronologis pada buku jurnal.
c.       Memindahbukukan (Posting) transaksi. Transaksi yang telah dikelompokkan dan dicatat pada jurnal, di – posting dalam akun – akun yang sesuai.
Tahap Pelaporan
d.      Menyiapkan neraca saldo atau neraca percobaan atas akun – akun dibuku besar. Neraca saldo berisi daftar setiap akun pada buku besar bersama saldo debit dan kreditnya.
e.       Mencatat jurnal penyesuaian. Jurnal penyesuaian harus dicatat dan diposting, sehingga akun berada pada saldo yang benar sebelum laporan keuangan disiapkan.
f.       Menyiapkan laporan keuangan. Laporan ini merupakan ikhtisar hasil operasi dan menunjukkan posisi keuangan serta arus kas yang disiapkan berdasarkan informasi yang didapat dari akun yang telah disesuaikan.
g.      Menutup akun nominal. Saldo akun – akun nominal (sementara) ditutup diakun laba ditahan.
h.      Menyiapkan neraca saldo setelah penutupan. Untuk memastikan kesamaan atau keseimbangan debit dan kredit setelah jurnal penyesuaian dan jurnal penutup diposting.
Tahap Pencatatan
Akuntansi Berpasangan (Double – Entry Accounting)
Akuntansi Berpasangan digunakan untuk pencatatan data akuntansi sejak lama. Setiap transaksi dicatat dengan cara yang akan memastikan keseimbangan atau persamaan dasar akuntansi:
Aset = Kewajiban + Modal Pemilik
Debit adalah entri disebelah kiri dan kredit adalah entri di sebelah kanan. Kewajiban, modal saham, laba ditahan, dan pendapatan bertambah apabila dikredit dan berkurang apabila didebit.
           
            Ayat jurnal merupakan metode sistematis untuk merangkum efek kejadian bisnis terhadap persamaan akuntansi. Setiap jurnal terdiri atas proses tiga langkah:
1.      Mengidentifikasi akun yang terpengaruh oleh suatu transaksi.
2.      Menentukan apakah suatu akun bertambah dan berkurang.
3.      Menentukan besarnya pengaruh terhadap nilai setiap akun.
Proses tiga tahap ini, apabila dilakukan dengan tepat akan menghasilkan ayat jurnal yang tepat.
Menganalisis Dokumen Keuangan
            Tahap pencatatan dimulai dengan menganalisis dokumen yang menunjukkan bahwa suatu aktivitas bisnis telah terjadi. Dokumen bisnis ata dokumen sumber merupakan pencatatan pertama dari setiap transaksi. Salinan faktur misalnya, merupakan bukti pendukung transaksi penjualan; faktur pembelian mendukung transaksi pembelian, memo debit dan kredit mendukung penyesuaian terhadap saldo piutang dan utang; slip cek dan cek yang dibatalkan memberikan data pengeluaran kas; dan buku risalah rapat mendukung kewenangan tindakan dewan direksi.
Menjurnal Transaksi
            Umumnya perusahaan membuat berbagai jurnal khusus yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan tertentu disamping jurnal umum. Jurnal khusus digunakan untuk mencatat transaksi tertentu yang sering terjadi, seperti penjualan, pembelian, pengeluaran kas, dan penerimaan kas. Jurnal umum digunakan untuk mencatat semua transaksi yang tidak dicatat pada jurnal khusus.
Posting ke Buku Besar
            Akun atau perkiraan digunakan untuk mengikhtisar efek transaksi terhadap elemen pada persamaan akuntansi. Buku Besar adalah kumpulan akun yang digunakan oleh suatu bisnis. Informasi yang dicatat dalam jurnal ditransfer keakun yang sesuai pada buku besar yang disebut posting.
            Buku besar umum: memuat semua akunyang muncul pada laporan keuangan. Buku pembantu atau buku tambahan: memberikan rincian tambahan atas akun tertentu. Akun pada buku besar yang meringkas informasi rinci pada buku pembantu disebut akun pengendali.
Tahap Pelaporan
Menyusun Neraca Saldo
            Neraca saldo adalah daftar semua akun dan saldonya. Neraca saldo ini menunjukkan apakah total debit sama dengan total kredit atau tidak, sehingga kita dapat memeriksa keakuratan pencatatan dan pemindahbukuan. Sekalipun total debit sama dengan total kredit, tidak menjamin bahwa akun telah dicatat dengan benar.
            Neraca saldo yang seimbang belum tentu akurat. Akan tetapi, ketidakseimbangan suatu neraca saldo mengindikasikan bahwa kita belum bisa meneruskan ke tahap pelaporan pada proses akuntansi.
Membuat Jurnal Penyesuaian
            Pada akhir setiap periode akuntansi, agar seluruh jumlah aset, kewajiban, dan modal data dilaporkan dengan benar dan semua pendapatan serta beban telah diakui dalam basis akrual, akuntan diminta untuk melakukan semua penyesuaian yang dibutuhkan dalam membuat laporan keuangan. Ayat – ayat jurnal yang mencerminkan penyesuaian ini disebut Jurnal penyesuaian.
            Satu kesulitan dalam jurnal penyesuaian adalah kebutuhan akan adanya suatu penyesuaian tidak ditandai oleh satu peristiwa tertentu seperti diterimanya tagihan atau kas dari seseorang pelanggan. Jurnal penyesuaian dicatat atas dasar analisis dari kondisi – kondisi yang terjadi pada penutupan setiap periode akuntansi, analisis ini melibatkan 2 langkah:
1.      Menentukan apakah jumlah yang dicatat untuk seluruh aset dan kewajiban sudah benar. Jika tidak, lakukan debit atau kredit keakun aset atau kewajiban yang tepat.
2.      Menentukan apakah dibutuhkan penyesuaian pendapatan atau beban sebagai akibat dari adanya perubahan jumlah aset dan kewajiban tercatat seperti yang ditunjukkan dalam langkah 1. Debit atau kredit akun pendapatan atau beban yang tepat.
Area – area yang biasanya membutuhkan analisis untuk melihat apakah dibutuhkan adanya jurnal penyesuaian antara lain:
            Transaksi pada saat akan terjadi pertukaran kas di periode yang akan datang
1.      Aset yang belum dicatat
2.      Kewajiban yang belum dicatat
Transaksi saat telah terjadi pertukaran kas di periode sebelumnya
1.      Beban dibayar dimuka
2.      Pendapatan yang masih belum diterima
Transaksi – transaksi yang memerlukan estimasi
            Tujuan dasar penyesuaian adalah untuk memperbarui saldo – saldo akun agar dapat melaporkan seluruh aset, kewajiban, dan modal pemilik dengan tepat serta mengakui seluruh pendapatan dan beban periode tersebut dalam basis akrual.
Transaksi Dimana Kas Akan Ditukar dalam Waktu Mendatang
Jurnal penyesuaian disebut catatan akrual dan umumnya ada dua jenis, yakni piutang usaha yang tidak tercatat dan kewajiban yang tidak tercatat.
Aset yang Tidak Tercatat
·         Jika kita memperoleh pendapatan akan tetapi pendapatan tersebut belum dimasukkan dalam kas, maka akan muncul piutang.
·         Piutang yang tidak tercatat diperoleh dan menunjukkan jumlah piutang di masa depan, oleh karena itu harus diakui sebagai aset.
·         Dalam menulis aset yang tidak tercatat, akun aset masuk dalam debit dan pendapatan masuk dalam kredit.
Berikut jurnal dalam mencatat bunga yang harus dibayar dan wesel tagih :
Interest Receivable ................................................................................. 250
     Interest Revenue ....................................................................................................... 250
Kewajiban yang Tidak Tercatat
·         Jurnal penyesuaian dibutuhkan pada akhir periode akuntansi untuk mengakui berbagai kewajiban yang tidak tercatat pada periode tertentu dan untuk mencatat beban yang sesuai.
·         Setelah beban dicatat, kewajiban pun dicatat untuk menunjukkan besarnya kewajiban untuk membayar beban tersebut.
Berikut jurnal dalam mencatat gaji dan upah :
Salaries and Wages Expense ................................................................. 2,150
Salaries and Wages Payable .................................................................................. 2,150
Transaksi Dimana Kas Ditukar dalam Periode Tertentu
Beban Dibayar Di Muka
·         Pembayaran yang dilakukan perusahaan untuk membayar uang muka atas suatu barang biasanya dibebankan pada beban dikenal sebagai beban dibayar di muka. Contohnya adalah pembayaran untuk asuransi selama 3 tahun.
·         Tujuan membuat jurnal penyesuaian beban dibayar di muka yaitu untuk menunjukkan penggunaan atas suatu aset.
·         Nilai dalam jurnal penyesuaian merupakan perbedaan antara saldo apa yang seharusnya diperbaharui dan jumlah pemasukan asli yang telah dicatat.
·         Metode penyesuaian beban dibayar di muka bergantung pada bagaimana pengeluaran awal dimasukkan dalam akun. Penyesuaian tersebut harus dicatat sebagai debit dalam akun aset atau akun beban.
Debit ke dalam Akun Aset
Jika akun aset telah di debit, jurnal penyesuaian perlu mendebet akun beban dalam jumlah tertentu serta mengkredit akun aset.
Berikut adalah jurnal untuk mencatat asuransi yang sudah berakhir :
Insurance Expense ....................................................................................... 4,200
            Prepaid Insurance .................................................................................................. 4,200
Karena akun aset asuransi dibayar di muka telah di debet, jumlah biaya yang telah dibayar sebelumnya ($8,000) harus dikurangi untuk menyatakan bahwa hanya $3000 yang masih belum berakhir masa berlakunya.
Prepaid Insurance
Beg. Bal.       8,000


Adj.               4,200
End. Bal.       3,800

Insurance Expense
Beg. Bal.               0

Adj.                4,200

End. Bal.        4,200


Debit ke dalam Akun Beban
Jika akun beban telah dimasukkan dalam debet, jurnal penyesuaian perlu mendebet akun aset dalam jumlah tertentu dan mengkredit akun beban.
Berikut jurnal dalam mencatat asuransi dibayar di muka :
Prepaid Insurance ....................................................................................... 3,800
            Insurance Expense ................................................................................................. 3,800
Prepaid Insurance
Beg. Bal.              0

Adj.               3,800

End. Bal.       3,800

Insurance Expense
Beg. Bal.        8,000


Adj.                3,800
End. Bal.        4,200


Pendapatan Diterima di Muka
·         Pendapatan diterima di muka adalah jumlah yang diterima sebelum pendapatan sebenarnya.
·         Metode penyesuaian untuk pendapatan diterima di muka bergantung pada apakah penerimaan atas barang yang belum terkirim sudah dicatat sebagai kredit dalam akun pendapatan ataupun kewajiban.
Kredit ke dalam Akun Pendapatan
Jika akun pendapatan awalnya sudah di kredit, akun tersebut seharusnya di-debet dan akun kewajiban dicatat sebagai kredit.
Berikut jurnal dalam mencatat pendapatan sewa diterima di muka :
Rent Revenue ..................................................................................................... 475
            Unearned Rent Revenue ........................................................................................... 475

Unearned Rent Revenue

Beg. Bal.              0

Adj.                  475

End. Bal.          475
Rent Revenue

Beg. Bal.        2,550
Adj.                   475


End. Bal.        2,075

Kredit ke dalam Akun Kewajiban
Jika akun kewajiban awalnya sudah di kredit, akun tersebut seharusnya di-debet dan akun pendapatan dicatat sebagai kredit.
Berikut jurnal dalam mencatat pendapatan sewa :
Unearned Rent Revenue ................................................................................... 2,075
          Rent Revenue ........................................................................................................... 2,075
Unearned Rent Revenue

Beg. Bal.       2,550
Adj.               2,075


End. Bal.          475
Rent Revenue

Beg. Bal.               0

Adj.                2,075

End. Bal.        2,075

Transaksi yang Melibatkan Perkiraan
·         Tipe ketiga dalam jurnal penyesuaian adalah perkiraan.
·         Dua macam tipe dalam penyesuaian antara lain depresiasi dan bad debts.
Depresiasi Aset
·         Dalam mencatat depresiasi aset, operasi dibebankan dengan sebagian dari biaya aset dan dikurangi dengan nilai aset tersebut.
·         Pengurangan dalam depresiasi aset biasanya dicatat sebagai kredit dalam contra account, yakni akumulasi depresiasi.
·         Contra account dibuat untuk mencatat pengurangan dari akun – akun yang saling berhubungan.
Berikut jurnal dalam mencatat depresiasi bangunan :
Depreciation Expense – Buildings .......................................................... 7,000
Accumulated Depreciation – Buildings .............................................................. 7,000
Bad Debts
Ketika perusahaan mengijinkan customer untuk membeli barang dan jasa secara kredit, beberapa piutang tidak akan dikumpulkan, sehingga menghasilkan tambahan biaya pendapatan untuk bad debt.
Berikut jurnal penyesuaian bad debt expense :
Bad Debt Expense ......................................................................................... 1,100
Allowance for Bad Debt ........................................................................................ 1,100
Ada dua karakteristik dalam jurnal penyesuaian, yakni
1.      Penyesuaian yang dibuat pada akhir periode akuntansi (tidak termasuk kas)
2.      Setiap jurnal penyesuaian meliputi balance sheet dan income statement

Menyiapkan Laporan Keuangan
·         Laporan keuangan bisa disiapkan secara langsung melalui data dalam buku penyesuaian.
·         Berikut adalah proses menyiapakan laporan keuangan :
1.      Mengidentifikasi seluruh pendapatan dan beban
2.      Menghitung net income
3.      Menghitung retained earnings akhir
4.      Menyiapkan balance sheet menggunakan balance sheet dari trial balance dan retained earning yang sudah dihitung dalam langkah ke-3
Menggunakan Spreadsheet
·         Langkah lain dalam proses akuntansi adalah menggunakan spreadsheet untuk memfasilitasi persiapan dalam melakukan penyesuaian (adjusting entries) dan laporan keuangan.
Menutup Akun Nominal
·         Akun nominal meliputi seluruh income statement serta akun dividen.
Menyiapkan Penutupan Neraca Saldo
Setelah jurnal penutup diterbitkan, penutupan neraca saldo bisa disiapkan untuk memverifikasi keseimbangan antara debit dan kredit dalam akun riil.
http://www.accounting-tutorial.com/wp-content/uploads/2011/06/post-closing-trial-balance.gif
Akrual vs Akuntansi Dasar Kas
·         Akuntansi akrual mengakui pendapatan sebagai apa yang mereka peroleh, bukan saat kas diterima.
·         Beberapa sistem akuntansi bergantung pada penerimaan dan pengeluaran kas bukan pada akuntansi akrual.
·         Prosedur akuntansi dasar kas ditemukan dalam organisasi yang tidak menggunakan pencatatan double – entry.
Komputer dan Proses Akuntansi
·         Beberapa perusahaan dapat mencari proses informasi secara efektif hanya dengan menggunakan kmoputer.
·         Meskipun komputer dapat melakukan seluruh fungsi akuntansi, namun setiap siswa akuntansi tetap harus mempelajari segala sesuatu mengenai debit, kredit, jurnal dll dengan alasan :
1.      Esensi akuntansi double entry tidak berubah, yaitu tetap menggunakan pena dan buku besar dengan tulisan tangan.
2.      Dengan atau tanpa komputer, penggunaan debit, kredit, dan akun-T  tetap menyediakan metode analisis transaksi yang efisien.
3.      Dengan memahami siklus akuntansi, memberikan suatu pandangan mengenai bagaimana arus informasi dalam sebuah organisasi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar