Nama : Maria Gabriela
(2013 012 459)
Yessica (2013 012 501)
Bab
2
Siklus
Akuntansi (Accounting Cycle)
Gambaran dari
Proses Akuntansi
Proses akuntansi pada
umumnya meliputi langkah – langkah berikut dengan urutan yang jelas:
Tahap
Pencatatan
a.
Menganalisis
dokumen keuangan. Analisa atas dokumentasi aktivitas
perusahaan menjadi dasar untuk pencatata awal setiap transaksi.
b.
Mencatat
trnsaksi. Berdasarkan dokumen pendukung pada tahap 1,
transaksi dicatat dengan menggunakan ayat jurnal secara kronologis pada buku
jurnal.
c.
Memindahbukukan
(Posting) transaksi. Transaksi yang telah dikelompokkan dan
dicatat pada jurnal, di – posting dalam akun – akun yang sesuai.
Tahap
Pelaporan
d.
Menyiapkan
neraca saldo atau neraca percobaan atas akun – akun dibuku besar. Neraca
saldo berisi daftar setiap akun pada buku besar bersama saldo debit dan
kreditnya.
e.
Mencatat
jurnal penyesuaian. Jurnal penyesuaian harus dicatat dan
diposting, sehingga akun berada pada saldo yang benar sebelum laporan keuangan
disiapkan.
f.
Menyiapkan
laporan keuangan. Laporan ini merupakan ikhtisar hasil
operasi dan menunjukkan posisi keuangan serta arus kas yang disiapkan
berdasarkan informasi yang didapat dari akun yang telah disesuaikan.
g.
Menutup
akun nominal. Saldo akun – akun nominal (sementara) ditutup
diakun laba ditahan.
h.
Menyiapkan
neraca saldo setelah penutupan. Untuk memastikan
kesamaan atau keseimbangan debit dan kredit setelah jurnal penyesuaian dan
jurnal penutup diposting.
Tahap
Pencatatan
Akuntansi
Berpasangan (Double – Entry Accounting)
Akuntansi Berpasangan digunakan untuk
pencatatan data akuntansi sejak lama. Setiap transaksi dicatat dengan cara yang
akan memastikan keseimbangan atau persamaan dasar akuntansi:
Aset
= Kewajiban + Modal Pemilik
Debit adalah entri disebelah kiri dan kredit adalah
entri di sebelah kanan. Kewajiban, modal saham, laba ditahan, dan pendapatan
bertambah apabila dikredit dan berkurang apabila didebit.
Ayat jurnal merupakan metode
sistematis untuk merangkum efek kejadian bisnis terhadap persamaan akuntansi.
Setiap jurnal terdiri atas proses tiga langkah:
1.
Mengidentifikasi akun yang terpengaruh
oleh suatu transaksi.
2.
Menentukan apakah suatu akun bertambah
dan berkurang.
3.
Menentukan besarnya pengaruh terhadap
nilai setiap akun.
Proses
tiga tahap ini, apabila dilakukan dengan tepat akan menghasilkan ayat jurnal
yang tepat.
Menganalisis Dokumen Keuangan
Tahap pencatatan dimulai dengan
menganalisis dokumen yang menunjukkan bahwa suatu aktivitas bisnis telah
terjadi. Dokumen bisnis ata dokumen sumber merupakan pencatatan pertama dari
setiap transaksi. Salinan faktur misalnya, merupakan bukti pendukung transaksi
penjualan; faktur pembelian mendukung transaksi pembelian, memo debit dan
kredit mendukung penyesuaian terhadap saldo piutang dan utang; slip cek dan cek
yang dibatalkan memberikan data pengeluaran kas; dan buku risalah rapat
mendukung kewenangan tindakan dewan direksi.
Menjurnal Transaksi
Umumnya perusahaan membuat berbagai
jurnal khusus yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan tertentu disamping jurnal
umum. Jurnal khusus digunakan untuk mencatat transaksi tertentu yang sering
terjadi, seperti penjualan, pembelian, pengeluaran kas, dan penerimaan kas.
Jurnal umum digunakan untuk mencatat semua transaksi yang tidak dicatat pada
jurnal khusus.
Posting ke Buku Besar
Akun
atau perkiraan digunakan untuk mengikhtisar efek transaksi terhadap elemen
pada persamaan akuntansi. Buku Besar
adalah kumpulan akun yang digunakan oleh suatu bisnis. Informasi yang dicatat
dalam jurnal ditransfer keakun yang sesuai pada buku besar yang disebut posting.
Buku
besar umum: memuat semua akunyang muncul pada laporan keuangan. Buku pembantu atau buku tambahan:
memberikan rincian tambahan atas akun tertentu. Akun pada buku besar yang
meringkas informasi rinci pada buku pembantu disebut akun pengendali.
Tahap
Pelaporan
Menyusun Neraca Saldo
Neraca saldo adalah daftar semua
akun dan saldonya. Neraca saldo ini menunjukkan apakah total debit sama dengan
total kredit atau tidak, sehingga kita dapat memeriksa keakuratan pencatatan
dan pemindahbukuan. Sekalipun total debit sama dengan total kredit, tidak
menjamin bahwa akun telah dicatat dengan benar.
Neraca saldo yang seimbang belum
tentu akurat. Akan tetapi, ketidakseimbangan suatu neraca saldo mengindikasikan
bahwa kita belum bisa meneruskan ke tahap pelaporan pada proses akuntansi.
Membuat Jurnal Penyesuaian
Pada
akhir setiap periode akuntansi, agar seluruh jumlah aset, kewajiban, dan modal
data dilaporkan dengan benar dan semua pendapatan serta beban telah diakui
dalam basis akrual, akuntan diminta untuk melakukan semua penyesuaian yang
dibutuhkan dalam membuat laporan keuangan. Ayat – ayat jurnal yang mencerminkan
penyesuaian ini disebut Jurnal
penyesuaian.
Satu kesulitan dalam jurnal
penyesuaian adalah kebutuhan akan adanya suatu penyesuaian tidak ditandai oleh
satu peristiwa tertentu seperti diterimanya tagihan atau kas dari seseorang
pelanggan. Jurnal penyesuaian dicatat atas dasar analisis dari kondisi –
kondisi yang terjadi pada penutupan setiap periode akuntansi, analisis ini
melibatkan 2 langkah:
1. Menentukan
apakah jumlah yang dicatat untuk seluruh aset dan kewajiban sudah benar. Jika
tidak, lakukan debit atau kredit keakun aset atau kewajiban yang tepat.
2. Menentukan
apakah dibutuhkan penyesuaian pendapatan atau beban sebagai akibat dari adanya
perubahan jumlah aset dan kewajiban tercatat seperti yang ditunjukkan dalam
langkah 1. Debit atau kredit akun pendapatan atau beban yang tepat.
Area
– area yang biasanya membutuhkan analisis untuk melihat apakah dibutuhkan
adanya jurnal penyesuaian antara lain:
Transaksi pada saat akan terjadi
pertukaran kas di periode yang akan datang
1.
Aset yang belum dicatat
2. Kewajiban
yang belum dicatat
Transaksi
saat telah terjadi pertukaran kas di periode sebelumnya
1.
Beban dibayar dimuka
2.
Pendapatan yang masih belum diterima
Transaksi
– transaksi yang memerlukan estimasi
Tujuan dasar penyesuaian adalah
untuk memperbarui saldo – saldo akun agar dapat melaporkan seluruh aset, kewajiban,
dan modal pemilik dengan tepat serta mengakui seluruh pendapatan dan beban
periode tersebut dalam basis akrual.
Transaksi Dimana Kas Akan Ditukar dalam
Waktu Mendatang
Jurnal
penyesuaian disebut catatan akrual dan umumnya ada
dua jenis, yakni piutang usaha yang tidak tercatat dan kewajiban yang tidak tercatat.
Aset yang Tidak Tercatat
·
Jika kita memperoleh pendapatan akan
tetapi pendapatan tersebut belum dimasukkan dalam kas, maka akan muncul
piutang.
·
Piutang yang tidak tercatat diperoleh
dan menunjukkan jumlah piutang di masa depan, oleh karena itu harus diakui
sebagai aset.
·
Dalam menulis aset yang tidak tercatat,
akun aset masuk dalam debit dan pendapatan masuk dalam kredit.
Berikut jurnal dalam mencatat bunga yang
harus dibayar dan wesel tagih :
Interest Receivable
.................................................................................
250
Interest Revenue
.......................................................................................................
250
Kewajiban yang Tidak Tercatat
·
Jurnal
penyesuaian dibutuhkan pada akhir periode akuntansi untuk mengakui berbagai
kewajiban yang tidak tercatat pada periode tertentu dan untuk mencatat beban yang
sesuai.
·
Setelah beban
dicatat, kewajiban pun dicatat untuk menunjukkan besarnya kewajiban untuk
membayar beban tersebut.
Berikut jurnal dalam mencatat gaji dan
upah :
Salaries and Wages Expense
................................................................. 2,150
Salaries and Wages
Payable ..................................................................................
2,150
Transaksi Dimana Kas Ditukar dalam Periode Tertentu
Beban Dibayar Di Muka
·
Pembayaran
yang dilakukan perusahaan untuk membayar
uang muka atas suatu barang biasanya
dibebankan pada beban dikenal sebagai beban dibayar
di muka. Contohnya adalah pembayaran untuk asuransi selama 3 tahun.
·
Tujuan membuat
jurnal penyesuaian beban dibayar di muka yaitu untuk menunjukkan penggunaan
atas suatu aset.
·
Nilai dalam
jurnal penyesuaian merupakan perbedaan antara saldo
apa yang seharusnya diperbaharui dan jumlah
pemasukan asli yang telah dicatat.
·
Metode
penyesuaian beban dibayar di muka bergantung pada bagaimana pengeluaran awal
dimasukkan dalam
akun. Penyesuaian tersebut harus dicatat sebagai debit dalam akun aset atau
akun beban.
Debit ke dalam Akun Aset
Jika
akun aset telah di debit, jurnal penyesuaian perlu mendebet akun beban dalam
jumlah tertentu serta mengkredit akun aset.
Berikut
adalah jurnal untuk mencatat asuransi yang sudah berakhir :
Insurance
Expense .......................................................................................
4,200
Prepaid Insurance ..................................................................................................
4,200
Karena
akun aset asuransi dibayar di muka telah di debet, jumlah biaya yang telah
dibayar sebelumnya ($8,000) harus dikurangi untuk menyatakan bahwa hanya $3000 yang
masih belum
berakhir masa berlakunya.
|
Prepaid
Insurance
|
|
|
Beg. Bal. 8,000
|
|
|
|
Adj. 4,200
|
|
End. Bal. 3,800
|
|
|
Insurance Expense
|
|
|
Beg. Bal. 0
|
|
|
Adj. 4,200
|
|
|
End. Bal. 4,200
|
|
Debit ke dalam Akun Beban
Jika
akun beban telah dimasukkan dalam debet, jurnal penyesuaian perlu mendebet akun
aset dalam jumlah tertentu dan mengkredit akun beban.
Berikut
jurnal dalam mencatat asuransi dibayar di muka :
Prepaid
Insurance .......................................................................................
3,800
Insurance Expense
.................................................................................................
3,800
|
Prepaid
Insurance
|
|
|
Beg. Bal. 0
|
|
|
Adj. 3,800
|
|
|
End. Bal. 3,800
|
|
|
Insurance Expense
|
|
|
Beg. Bal. 8,000
|
|
|
|
Adj. 3,800
|
|
End. Bal. 4,200
|
|
Pendapatan Diterima di Muka
·
Pendapatan
diterima di muka adalah jumlah yang diterima sebelum pendapatan sebenarnya.
·
Metode
penyesuaian untuk pendapatan diterima di muka bergantung pada apakah penerimaan
atas barang yang belum terkirim sudah dicatat sebagai kredit dalam akun
pendapatan ataupun kewajiban.
Kredit ke dalam Akun Pendapatan
Jika
akun pendapatan awalnya sudah di kredit, akun tersebut seharusnya di-debet dan
akun kewajiban dicatat sebagai kredit.
Berikut
jurnal dalam mencatat pendapatan sewa diterima di muka :
Rent
Revenue .....................................................................................................
475
Unearned Rent Revenue
...........................................................................................
475
|
Unearned Rent
Revenue
|
|
|
|
Beg. Bal. 0
|
|
|
Adj. 475
|
|
|
End. Bal. 475
|
|
Rent Revenue
|
|
|
|
Beg. Bal. 2,550
|
|
Adj. 475
|
|
|
|
End. Bal. 2,075
|
Kredit ke dalam Akun Kewajiban
Jika
akun kewajiban awalnya sudah di kredit, akun tersebut seharusnya di-debet dan
akun pendapatan dicatat sebagai kredit.
Berikut
jurnal dalam mencatat pendapatan sewa :
Unearned
Rent Revenue
...................................................................................
2,075
Rent Revenue ...........................................................................................................
2,075
|
Unearned Rent
Revenue
|
|
|
|
Beg. Bal. 2,550
|
|
Adj. 2,075
|
|
|
|
End. Bal. 475
|
|
Rent Revenue
|
|
|
|
Beg. Bal. 0
|
|
|
Adj. 2,075
|
|
|
End. Bal. 2,075
|
Transaksi yang Melibatkan Perkiraan
·
Tipe ketiga
dalam jurnal penyesuaian adalah perkiraan.
·
Dua macam tipe
dalam penyesuaian antara lain depresiasi dan bad debts.
Depresiasi Aset
·
Dalam mencatat
depresiasi aset, operasi dibebankan dengan sebagian dari biaya aset dan dikurangi dengan nilai aset tersebut.
·
Pengurangan dalam depresiasi aset
biasanya dicatat sebagai kredit dalam contra account, yakni akumulasi
depresiasi.
·
Contra account dibuat untuk mencatat
pengurangan dari akun – akun yang saling berhubungan.
Berikut
jurnal dalam mencatat depresiasi bangunan :
Depreciation
Expense – Buildings ..........................................................
7,000
Accumulated
Depreciation – Buildings ..............................................................
7,000
Bad Debts
Ketika
perusahaan mengijinkan customer untuk membeli barang dan jasa secara kredit, beberapa piutang tidak
akan dikumpulkan, sehingga menghasilkan
tambahan biaya pendapatan untuk bad debt.
Berikut
jurnal penyesuaian bad debt expense :
Bad
Debt Expense .........................................................................................
1,100
Allowance
for Bad Debt ........................................................................................
1,100
Ada dua karakteristik
dalam jurnal penyesuaian, yakni
1. Penyesuaian
yang dibuat pada akhir periode akuntansi (tidak termasuk kas)
2. Setiap
jurnal penyesuaian meliputi balance sheet
dan income statement
Menyiapkan Laporan Keuangan
·
Laporan keuangan bisa disiapkan secara
langsung melalui data dalam buku penyesuaian.
·
Berikut adalah proses menyiapakan
laporan keuangan :
1. Mengidentifikasi
seluruh pendapatan dan beban
2. Menghitung
net income
3. Menghitung
retained earnings akhir
4. Menyiapkan
balance sheet menggunakan balance sheet dari trial balance dan retained
earning yang sudah dihitung dalam langkah ke-3
Menggunakan Spreadsheet
·
Langkah lain dalam proses akuntansi
adalah menggunakan spreadsheet untuk
memfasilitasi persiapan dalam melakukan penyesuaian (adjusting entries) dan laporan keuangan.
Menutup Akun
Nominal
·
Akun nominal meliputi seluruh income statement serta akun dividen.
Menyiapkan Penutupan Neraca Saldo
Setelah
jurnal penutup diterbitkan, penutupan neraca saldo bisa disiapkan untuk memverifikasi
keseimbangan antara debit dan kredit dalam akun riil.

Akrual vs Akuntansi Dasar Kas
·
Akuntansi akrual mengakui pendapatan
sebagai apa yang mereka peroleh, bukan saat kas diterima.
·
Beberapa sistem akuntansi
bergantung pada penerimaan dan pengeluaran kas bukan pada
akuntansi akrual.
·
Prosedur
akuntansi dasar kas ditemukan dalam organisasi yang tidak menggunakan
pencatatan double – entry.
Komputer dan Proses Akuntansi
·
Beberapa perusahaan dapat mencari proses
informasi secara efektif hanya dengan menggunakan kmoputer.
·
Meskipun komputer dapat melakukan
seluruh fungsi akuntansi, namun setiap siswa akuntansi tetap harus mempelajari
segala sesuatu mengenai debit, kredit, jurnal dll dengan alasan :
1. Esensi
akuntansi double entry tidak berubah, yaitu tetap menggunakan pena
dan buku besar dengan tulisan tangan.
2. Dengan
atau tanpa komputer, penggunaan debit, kredit, dan akun-T tetap menyediakan metode analisis transaksi
yang efisien.
3. Dengan
memahami siklus akuntansi, memberikan suatu pandangan mengenai bagaimana arus
informasi dalam sebuah organisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar