Sabtu, 30 Agustus 2014

Jaringan dan Telekomunikasi



Jaringan
Dan
telekomunikasi

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/43/Logo_atmajaya.gif


Anggota : Maria Gabriella  (2013 – 012 – 459)
  Octaria Quartina        (2013 – 012 – 473)
  Devina                  (2013 – 012 – 474)

Mata Kuliah  : Sistem Informasi Manajemen
Dosen              : Rilo Pambudi

1.     Jelaskan konsep dari sebuah jaringan! Seberapa besar jaringan memiliki peran dalam pengelolaan informasi perusahaan?

Jawab:
Sumber

Dua buah komputer dikatakan terkoneksi jika bila komputer dapat saling bertukar informasi. Bentuk koneksinya tidak harus melalui kawat tembaga saja, melainkan dapat menggunakan serat optik, gelombang mikro, atau satelit. Ada tiga konsep jaringan berdasarkan letak geografis, yakni:
a.     LAN (Local Area Network)
LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil, seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil.
Ø Area terbatas, hingga +100 mikro komputer (PC)
Ø Terdapat fasilitas office automation.

b.     MAN (Metropolitan Area Network)
MAN adalah suatu jaringan dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi, yang menghubungkan berbagai lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini antar 10 hingga 50 km. MAN ini merupakan jaringan yang tepat untuk membangun jaringan antar kantor - kantor dalam satu kota antara pabrik / instansi dan kantor pusat yang berada dalam jangkauannya.

c.      WAN (Wide Area Network)
WAN adalah jaringan komputeryang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan routerdan saluran komunikasi publik.

Pada era modernisasi dan globalisasi saat ini, kebutuhan informasi dan teknologi semakin meningkat sejalan dengan persaingan yang semakin ketat pada setiap sektor bisnis dan organisasi perusahaan. Oleh karena itu, banyak perusahaan yang memanfaatkan informasi dan teknologi sebagai salah satu sumber daya utama yang menunjang proses bisnis.
Suatu perusahaan jasa jaringan telekomunikasi didorong untuk maju. Kemampuan bersaing memerlukan strategi sistem dan teknologi informasi yang dapat memanfaatkan semua peluang yang ada dalam menjalankan strategi bisnis suatu perusahaan. Oleh karena itu dalam menjalankan proses bisnisnya, perusahaan jasa jaringan telekomunikasi dituntut untuk mengerjakan suatu pelayanan pemasangan instalasi jaringan komunikasi dengan benar, cepat dan sebaik-baiknya. Dengan didukungnya perencanaan strategi sistem dan teknologi informasi akan dapat meningkatkan kemampuan dalam keunggulan kompetitif perusahaan, sehingga dapat mencapai tujuan dan sasaran yang diinginkan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan perencanaan strategi sistem dan teknologi informasi, akan mendukung setiap fungsi bisnis di perusahaan dalam melaksanakan setiap kegiatannnya dan menempatkan perusahaan pada posisi unggul dalam persaingan bisnis yang ada.
PT. Daya Guna Karsa Merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang jasa kontraktor dan pengadaan barang jasa telekomunikasi yang meliputi instalasi jaringan telekomunikasi. Perusahaan ini menawarkan pelayanan yang baik kepada pelanggannya. Dan juga perusahaan ini telah memiliki pelanggan tetap yang sudah cukup baik. Tetapi perusahaan ini masih kurang dikenal oleh banyak masyarakat dan dalam proses bisnis perusahaan ini masih sangat membutuhkan suatu SI/TI yang tepat agar dapat mendukung proses bisnisnya. Agar dapat tercapainya tujuan perusahaan ini, maka PT. Daya Guna Karsa memerlukan adanya suatu Perencanaan Strategi Sistem dan Teknologi Informasi.

2.     Carilah artikel yang menjelaskan bahwa jaringan memiliki peran terhadap pengelolaan informasi perusahaan!

Jawab:
Sumber

Jaringan memiliki peran yang sangat penting saat ini! Demikianlah inti dari ulasan khusus mengenai masa lalu, masa kini, dan masa depan yang diberikan oleh John Chambers, chairman sekaligus CEO Cisco. Ulasan tersebut dibuat dalam rangka memperingati ulang tahun ke 25 dari Network World.
Pernyataan Chambers tersebut didasarkan atas fakta perkembangan Cisco sendiri sebagai perusahaan jaringan. Di awal berdirinya, Cisco masih merupakan perusahaan kecil dengan empat karyawan. Hanya dalam kurun waktu tiga tahun, jumlah tersebut meningkat menjadi 111 karyawan dan Cisco mulai dapat menghasilkan laba. Tahun 1995, Cisco telah memiliki lebih dari 4000 karyawan yang tersebar di seluruh dunia dan laba yang didapat menjadi semakin besar. Perkembangan pesat Cisco, yang ditandai dengan penambahan jumlah karyawan dan laba, menjadi indikator bahwa jaringan, yang menjadi bisnis utama Cisco, juga mengalami perkembangan pesat, dan perannya menjadi semakin penting.
Chambers, yang menjadi CEO Cisco sejak tahun 1995, kemudian membahas teknologi jaringan yang semakin lama menjadi semakin kompleks. Sejak memulai usahanya, Cisco telah menghadirkan berbagai produk jaringan dengan kualitas tertinggi, terutama produk router. Produk-produk tersebut tentunya terus berkembang dan disesuaikan dengan perkembangan jaringan di dunia, mulai dari Aggregated Service Router di tahun 1986, Catalyst di tahun 1995, hingga Cisco Unified Fabric di masa kini.
http://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2011/05/800px-John_T._Chambers_-_World_Economic_Forum_Annual_Meeting_Davos_2010-600x411.jpg
Chambers juga menyatakan bahwa dengan semakin berkembangnya komunikasi dunia, terutama di komunikasi melalui video, peran jaringan akan menjadi semakin penting. Selain itu, berkembang pesatnya cloud computing juga akan menjadi pemicu utama semakin pentingnya peranan jaringan di masa yang akan datang.
Network World sendiri merupakan publikasi mingguan seputar dunia  IT yang secara khusus membahas topik-topik terkait jaringan. Network World mulai berjalan di tahun 1986 dan tahun ini merupakan ulang tahun ke-25 mereka. Dalam rangka ulang tahun ke 25 tersebut, Network World mengumpulkan artikel-artikel dari berbagai pakar dan perusahaan jaringan di dunia terkait dunia jaringan. Cisco, sebagai salah satu pemain besar di bidang jaringan, turut berpartisipasi dengan menyertakan ulasan John Chambers mengenai masa lalu, masa kini, dan masa depan jaringan.

3.     Supaya perusahaan menjadi lebih unggul daripada pesaingnya, sistem jaringan seperti apa yang harus dibangun oleh perusahaan?
Jawab:

Sumber

PT. X memiliki solusi kebutuhan layanan jaringan korporat berupa jaringan transmisi akses yang menghubungkan pelanggan di pusat bisnis area Jakarta. Bila dilihat dari sisi teknis, kondisi jaringan tersebut mengalami utilisasi kapasitas yang mendekati jenuh, perangkat jaringan yang telah obsolete dan juga penurunan performa perangkat. Hal ini menyebabkan kualitaslayanan mengalami penurunan sehingga mengakibatkan adanya revenue loss bisnis layanan.
Ada beberapa strategi implementasi jaringan transmisi akses untuk meningkatkan pendapatan bisnis jaringan PT. X khususnya untuk pelanggan korporat area Jakarta. Pertimbangan pemilihan implementasi teknologi antara lain variasi layanan yang diberikan, nilai ekonomis investasi yang diperlukan, faktor kemudahan migrasi jaringan dan kelayakan implementasi jaringan.
Alternatif teknologi yang akan dipilih dibatasi pada solusi teknologi SDH dan Metro Ethernet. Sedangkan metode pendekatan manajemen yang digunakan adalah Analisa Porter, untuk mendapatkan positioning pemasaran dan layanan produk yang diberikan. Faktor pertimbangan yang harus diperhatikan dalam pemilihan sebuah teknologi antara lain faktor variasi layanan yang dapat diberikan, evolusi teknologi, penghitungan faktor investasi dan faktor kelayakan implementasi jaringan.
PT.X sebagai salah satu penyedia jasa telekomunikasi memiliki jaringan transmisi akses yang dapat menyalurkan dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Terlebih lagi untuk daerah segitiga emas,di pusat bisnis ibukota Jakarta yang terdapat banyak perusahaan korporat yang membutuhkan akses informasi bagi perusahaannya. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan korporat tersebut, PT. X memiliki solusi berupa jaringan IMAN, yang merupakan sebuah jaringan transmisi akses yang terintegrasi pada kawasan pusat distrik bisnis di jantung kota Jakarta. Pada Gambar 1.1 dapat dilihat konfigurasi jaringan IMAN.
Saat ini konfigurasi jaringan eksisting IMAN menggunakan teknologi TDM di dalam jaringannya. Perangkat pelanggan akan dihubungkan dengan perangkat SDH yang memiliki jaringan ring proteksi untuk mengalirkan trafik pelanggan tersebut ke tujuan yang diinginkan. Monitoring jaringan IMAN dipusatkan pada network monitoring centre ( NMC ) yang berada di kantor PT. X.
Kapasitas perangkat node SDH ini bervariasi mulai n x 64, E1, DS3, STM-1 hingga level aggregasi maksimum STM-4. Kapasitas ini dirasakan sangat kurang bila dibandingkan dengan kebutuhan pelanggan yang semakin meningkat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar