Jaringan
Dan
telekomunikasi

Anggota
: Maria Gabriella (2013 – 012 – 459)
Octaria Quartina (2013 – 012 – 473)
Devina (2013
– 012 – 474)
Mata Kuliah : Sistem Informasi Manajemen
Dosen : Rilo Pambudi
1.
Jelaskan konsep dari sebuah jaringan! Seberapa
besar jaringan memiliki peran dalam pengelolaan informasi perusahaan?
Jawab:
Sumber
Dua buah
komputer dikatakan terkoneksi jika bila komputer dapat saling bertukar
informasi. Bentuk koneksinya tidak harus melalui kawat tembaga saja, melainkan
dapat menggunakan serat optik, gelombang mikro, atau satelit. Ada tiga konsep
jaringan berdasarkan letak geografis, yakni:
a. LAN (Local
Area Network)
LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup
wilayah kecil, seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah,
sekolah atau yang lebih kecil.
Ø Area terbatas,
hingga +100 mikro komputer (PC)
Ø Terdapat
fasilitas office automation.
b. MAN (Metropolitan Area Network)
MAN adalah suatu jaringan dalam suatu kota dengan
transfer data berkecepatan tinggi, yang menghubungkan berbagai lokasi seperti
kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN adalah gabungan
dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini antar 10 hingga 50 km. MAN ini
merupakan jaringan yang tepat untuk membangun jaringan antar kantor - kantor
dalam satu kota antara pabrik / instansi dan kantor pusat yang berada dalam
jangkauannya.
c. WAN (Wide Area Network)
WAN adalah jaringan komputeryang mencakup area yang
besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan
negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang
membutuhkan routerdan saluran komunikasi publik.
Pada era
modernisasi dan globalisasi saat ini, kebutuhan informasi dan teknologi semakin
meningkat sejalan dengan persaingan yang semakin ketat pada setiap sektor
bisnis dan organisasi perusahaan. Oleh karena itu, banyak perusahaan yang
memanfaatkan informasi dan teknologi sebagai salah satu sumber daya utama yang
menunjang proses bisnis.
Suatu
perusahaan jasa jaringan telekomunikasi didorong untuk maju. Kemampuan bersaing
memerlukan strategi sistem dan teknologi informasi yang dapat memanfaatkan
semua peluang yang ada dalam menjalankan strategi bisnis suatu perusahaan. Oleh
karena itu dalam menjalankan proses bisnisnya, perusahaan jasa jaringan telekomunikasi
dituntut untuk mengerjakan suatu pelayanan pemasangan instalasi jaringan
komunikasi dengan benar, cepat dan sebaik-baiknya. Dengan didukungnya
perencanaan strategi sistem dan teknologi informasi akan dapat meningkatkan
kemampuan dalam keunggulan kompetitif perusahaan, sehingga dapat mencapai tujuan
dan sasaran yang diinginkan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan
perencanaan strategi sistem dan teknologi informasi, akan mendukung setiap
fungsi bisnis di perusahaan dalam melaksanakan setiap kegiatannnya dan
menempatkan perusahaan pada posisi unggul dalam persaingan bisnis yang ada.
PT. Daya
Guna Karsa Merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang jasa kontraktor dan
pengadaan barang jasa telekomunikasi yang meliputi instalasi jaringan
telekomunikasi. Perusahaan ini menawarkan pelayanan yang baik kepada
pelanggannya. Dan juga perusahaan ini telah memiliki pelanggan tetap yang sudah
cukup baik. Tetapi perusahaan ini masih kurang dikenal oleh banyak masyarakat
dan dalam proses bisnis perusahaan ini masih sangat membutuhkan suatu SI/TI
yang tepat agar dapat mendukung proses bisnisnya. Agar dapat tercapainya tujuan
perusahaan ini, maka PT. Daya Guna Karsa memerlukan adanya suatu Perencanaan
Strategi Sistem dan Teknologi Informasi.
2.
Carilah artikel yang menjelaskan bahwa
jaringan memiliki peran terhadap pengelolaan informasi perusahaan!
Jawab:
Sumber
Jaringan memiliki
peran yang sangat penting saat ini! Demikianlah inti dari ulasan khusus mengenai masa lalu,
masa kini, dan masa depan yang diberikan oleh John Chambers, chairman
sekaligus CEO Cisco. Ulasan tersebut dibuat dalam rangka memperingati ulang
tahun ke 25 dari Network World.
Pernyataan Chambers
tersebut didasarkan atas fakta perkembangan Cisco sendiri sebagai perusahaan
jaringan. Di awal berdirinya, Cisco masih merupakan perusahaan kecil dengan
empat karyawan. Hanya dalam kurun waktu tiga tahun, jumlah tersebut meningkat
menjadi 111 karyawan dan Cisco mulai dapat menghasilkan laba. Tahun 1995, Cisco
telah memiliki lebih dari 4000 karyawan yang tersebar di seluruh dunia dan laba
yang didapat menjadi semakin besar. Perkembangan pesat Cisco, yang ditandai
dengan penambahan jumlah karyawan dan laba, menjadi indikator bahwa jaringan,
yang menjadi bisnis utama Cisco, juga mengalami perkembangan pesat, dan
perannya menjadi semakin penting.
Chambers, yang menjadi
CEO Cisco sejak tahun 1995, kemudian membahas teknologi jaringan yang semakin
lama menjadi semakin kompleks. Sejak memulai usahanya, Cisco telah menghadirkan
berbagai produk jaringan dengan kualitas tertinggi, terutama produk router.
Produk-produk tersebut tentunya terus berkembang dan disesuaikan dengan
perkembangan jaringan di dunia, mulai dari Aggregated Service Router di tahun
1986, Catalyst di tahun 1995, hingga Cisco Unified Fabric di masa kini.
Chambers juga
menyatakan bahwa dengan semakin berkembangnya komunikasi dunia, terutama di
komunikasi melalui video, peran jaringan akan menjadi semakin penting. Selain
itu, berkembang pesatnya cloud computing juga akan menjadi pemicu utama semakin
pentingnya peranan jaringan di masa yang akan datang.
Network World sendiri
merupakan publikasi mingguan seputar dunia IT yang secara khusus membahas
topik-topik terkait jaringan. Network World mulai berjalan di tahun 1986 dan
tahun ini merupakan ulang tahun ke-25 mereka. Dalam rangka ulang tahun ke 25
tersebut, Network World mengumpulkan artikel-artikel dari berbagai pakar dan
perusahaan jaringan di dunia terkait dunia jaringan. Cisco, sebagai salah satu
pemain besar di bidang jaringan, turut berpartisipasi dengan menyertakan ulasan
John Chambers mengenai masa lalu, masa kini, dan masa depan jaringan.
3.
Supaya perusahaan menjadi lebih unggul
daripada pesaingnya, sistem jaringan seperti apa yang harus dibangun oleh
perusahaan?
Jawab:
Sumber
PT. X
memiliki solusi kebutuhan layanan jaringan korporat berupa jaringan transmisi
akses yang menghubungkan pelanggan di pusat bisnis area Jakarta. Bila dilihat
dari sisi teknis, kondisi jaringan tersebut mengalami utilisasi kapasitas yang
mendekati jenuh, perangkat jaringan yang telah obsolete dan juga penurunan
performa perangkat. Hal ini menyebabkan kualitaslayanan mengalami penurunan
sehingga mengakibatkan adanya revenue loss bisnis layanan.
Ada beberapa
strategi implementasi jaringan transmisi akses untuk meningkatkan pendapatan
bisnis jaringan PT. X khususnya untuk pelanggan korporat area Jakarta.
Pertimbangan pemilihan implementasi teknologi antara lain variasi layanan yang
diberikan, nilai ekonomis investasi yang diperlukan, faktor kemudahan migrasi
jaringan dan kelayakan implementasi jaringan.
Alternatif
teknologi yang akan dipilih dibatasi pada solusi teknologi SDH dan Metro
Ethernet. Sedangkan metode pendekatan manajemen yang digunakan adalah Analisa
Porter, untuk mendapatkan positioning pemasaran dan layanan produk yang
diberikan. Faktor pertimbangan yang harus diperhatikan dalam pemilihan sebuah
teknologi antara lain faktor variasi layanan yang dapat diberikan, evolusi
teknologi, penghitungan faktor investasi dan faktor kelayakan implementasi
jaringan.
PT.X sebagai
salah satu penyedia jasa telekomunikasi memiliki jaringan transmisi akses yang
dapat menyalurkan dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Terlebih lagi untuk daerah
segitiga emas,di pusat bisnis ibukota Jakarta yang terdapat banyak perusahaan
korporat yang membutuhkan akses informasi bagi perusahaannya. Untuk memenuhi
kebutuhan pelanggan korporat tersebut, PT. X memiliki solusi berupa jaringan
IMAN, yang merupakan sebuah jaringan transmisi akses yang terintegrasi pada
kawasan pusat distrik bisnis di jantung kota Jakarta. Pada Gambar 1.1 dapat
dilihat konfigurasi jaringan IMAN.
Saat ini
konfigurasi jaringan eksisting IMAN menggunakan teknologi TDM di dalam
jaringannya. Perangkat pelanggan akan dihubungkan dengan perangkat SDH yang
memiliki jaringan ring proteksi untuk mengalirkan trafik pelanggan tersebut ke tujuan
yang diinginkan. Monitoring jaringan IMAN dipusatkan pada network monitoring
centre ( NMC ) yang berada di kantor PT. X.
Kapasitas
perangkat node SDH ini bervariasi mulai n x 64, E1, DS3, STM-1 hingga level
aggregasi maksimum STM-4. Kapasitas ini dirasakan sangat kurang bila
dibandingkan dengan kebutuhan pelanggan yang semakin meningkat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar